-->

Contoh Teks Pidato Memperingati Malam Nuzulul Qur'an ( Kumpulan Contoh Terbaik )

Contoh Teks Pidato Memperingati Malam Nuzulul Qur'an - Al-Qur’an itu diturun pada bulan Ramadhan atau pada malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan biasa kita menyebutnya. Nuzulul Quran sendiri adalah Allah Swt  menurunkan Al Qur’an melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah Muhammad Swt. Sebelumn diturunkan Al-Qur’an itu berada di Lauhul Mahfudz. Para ulama berpendapat bahwa Al Qur’an tidak diturunkan langsung dari Lauhul Mahfudz kepada Rasulullah Saw.


Sementara ,alam Lailatul Qadar sendiri terdapat di bulan Ramadhan dan Al Quran sendiri turun pada bulan Ramadhan. Seperti yang Allah Swt jelaskan:

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manu­sia dan penjelasan-penjelasan me­nge­nai petunjuk itu, serta sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil…. ( QS.Al-Baqarah: 185)

Contoh Teks Pidato Memperingati Malam Nuzulul Qur'an

 

( CONTOH 1 )

Pidato tentang Peringatan Nuzulul Qur'an

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ. اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
صدق الله العظيم
أَمَّا بَعْدُ 
دُ

  • Yang kami hormati, .........................
  • Yang kami hormati, ..........................
  • dan tak lupa ..............................

Saudara, hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah swt. pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah swt. berkat rahmat-taufiq dan hidayah-Nya, pada malam hari ini  kita dapat berkumpul di masjid yang mulia ini, dalam rangka memperingati peristiwa turunnya A1-Qur'an, yang lebih dikenaldengan istilah Nuzulul Qur'an. 

Turunnya Al-Qur'an merupakan peristiwa yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena dengan Al-Qur'an seseorang dapat keluar dari gelapnya kebodohan (zhulumatil jahli) kepada ketinggian ilmu pengetahuan dan ma'rifah (ufuqil 'ilmu wal ma'rifah); dari gelap gulita kekafiran menuju cahaya kebenaran, yaitu dinul Islam.

Kitab suci Al-Qur'an pertama kali diturunkan di bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan. Karenanya tanggal 17 Ramadhan merupakan tonggak panjang dalam sejarah umat manusia, yang memisahkan antara zaman gelap gulita dengan zaman terang benderang, antara yang haq dan yang batil. 

Pada saat itu turun wahyu pertama kepada Rasul terakhir, Nabi Muhammad saw. di suatu tempat yang sunyi sepi, gua hira' yang kemudian dinamakan Jabal Nur, gunung yang bercahaya.

Walaupun dalam Al-Qur'an hanya disebutkan bahwa kitab suci itu diturunkan pada bulan Ramadhan, tanpa menjelaskan tanggalnya, tapi dari ayat yang lain dapat dijajaki bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Ayat yang dimaksud, surat Al-Anfal ayat 41, yaitu: " Kami turunkan (Al-Qur'an) kepada hamba Kami pada hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan ..." (QS. Al-Anfal: 41).

Kalimat yaumaltaqa Jam'aan (pada hari kedua golongan bertemu) yang terdapat pada ayat tersebut maksudnya ialah permulaan peperangan Badar, antara kaum musyrikin dengan kaum muslimin, peristiwa itu terjadi pada malam tanggal 17 Ramadhan. 

Atas dasar ini, maka ahli-ahli Tafsir ternama, seperti Thabrani, Qurthubi, Ar-Razy dan lain-lain menyimpulkan bahwa wahyu pertama yang disampaikan kepada Rasulullah ialah pada tanggal 17 Ramadhan malam, tahun ke-41 dari kelahiran Nabi saw. Jadi, tanggalnya sama-sama 17 Ramadhan, hanya tahunnya yang berbeda.

Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Peristiwá bersejarah itu, menjadi garis pemisah antara zaman jahiliyah dengan zaman ilmu pengetahuan, yang sekaligus memisahkan antara yang haq dengan yang bathil, antara kezaliman dengan keadilan, antara kekacauan dengan ketertiban. Adapun wahyu pertama yang diturunkan kepada Muhammad saw. waktu ialah surat A1-Alaq, ayat 1-5:

 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ 

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ 

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya :

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah Menciptakan manusia dan segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. A1-Alaq: 1-5).

Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Allah swt. menjelaskan secara terperinci mengenai fungsi Al-Qur'an di dalam Al-Qur'an. Di antaranya mengenai fungsinya sebagai Al-Huda (petunjuk)Al-Furqan (Pemisah antara yang haq dan batil), Al-Mubayyin (penjelas), Ar-Rusyd (pengarah kepada setiap hal yang berguna), Rahmat (sebagai bukti kasih), Nur (penerang kehidupan), Syifa' (obat batin), dan lain-lain. Itu semua membuktikan betapa agungnya nilai Al-Qur'an. 

Maka Al-Qur'an adalah konsep dasaruntuk bekal kehidupan menuju kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia dan akhirat. Rasulullah saw. memberikan penjelasan secara umum mengenai kandungan Al-Qur'an, dalam sabdanya "Al-Qur'an, di dalamnya termaktub riwayat tentang orang-orang sebelum kamu, berita tentang orang-orang setelah kamu, dan hukum sesuatu yang terjadi di antara kamu."


Al-Qur'an, bila kita membaca secara harfiyah saja, sudah mendapatkan pahala. ini tentu saja sebagai rangsangan agar kita tergugah untuk banyak membaca dan mempelajarinya, sebab secara kejiwaan dengan melalui membacanya teijadi pertalian batin antara si pembaca dengan Sang Pencipta.

Pernah suatu ketika sahabat Mu'adz bin Jabal memohon wasiat kepada beliau dalam sebuah perjalanan bersama beliau. Lalu Nabi saw. berpesan sebagaimana diungkapkan dalam sabda beliau: "Kalau kamu menghendaki kehidupan orang-orang yang beruntung, kematian orang-orang yang mati syahid, selamat pada hari perkumpulan (Mahsyar), keteduhan hariyang panas (di akhirat), petunjuk dan kesesatan, maka langgengkan membaca Al Qur'an. Karena sesungguhnya Al Qur'an itu Kalam Tuhan Yang Maha Pengasih, benteng pelindung dari setan, dan menambah nilai timbangan amal kebajikan."


Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mengharapkan dapat bertemu dengan Allah, maka hendaklah ia memuliakan Ahlullah." Ditanyakan kepada beliau: "Adakah Allah memiliki kerabat?" Rasulullah saw menjawab: "Benar." Ditanyakan kepada beliau: "Siapakah kerabat Allah swt ya Rasulullah?" Beliau menjawab: "Kerabat Allah adalah orang-orang yang membaca Al-Qur'an. 

Ingatlah, bahwa barangsiapa memuliakan mereka, maka Allah umembalasnya dan mengaruniainya surga. Dan barangsiapa menghinakannya, maka Allah menghinakannya dan memberinya neraka." (Al-Hadis).


Saudara, hadirin dan hadirat sekalian yang berbahagia. Melalui peringatan malam Nuzulul Qur'an di malan ini, mudah-mudahan kita semakin cinta Al-Qur'an, tersinari oleh cahaya kebenarannya, sehingga hidup dan kehidupan kita menjadi terarah, serta mendapatkan syafa'at dari Al-Qur'an, bahagia hidup di dunia dan akhirat. Demikianlah, pidato atau ceramah agama yang dapat saya sampaikan dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafannya.


Hadanallahu waiyyakum ajma’in 

wassalamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh..






( CONTOH 2 )

Contoh Teks Pidato Nuzulul Quran Singkat


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.


الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ


( ISI pidato )

Kaum muslimin dan mislimat yang kami hormati.


Lebih afdolnya marilah kita mengucapkan puja dan puji syukur kepada Allah Swt, karena pada kesempatan malam ini kita bisa berkumpul di masjid dengan maksud memperingati nuzulul Qur’an.


Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad Saw, karena hanya beliaulah yang telah membawa mini ajaran agama Islam, sehingga kita bisa membedakan yang haq dan yang bathil.


Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.


Malam ini tepatnya malam yang ketujuh belas dibulan Ramadlan tanggal tersebut ada peristiwa yang terpenting karena temurunnya Al Qur’an yang pertama kali. Al Qur’an merupakan mukjizat nabi Muhammad Saw. yang diwahyukan Allah melalui beliau Saw. untuk umatnya yang setia mengikuti Nabi Muhammad. Karena pada dasamya Al Qur’an adalah sebagai petunjuk orang-orang yang bertaqwa, dan tidak boleh diragukan lagi akan keberadaan Al Qur ’ an tersebut. Dengan Al Qur ’ an hidup kita akan terarah kepada kebenaran. Dengan Al Qur’an hidup kita terang benderang, karena Al Qur’an merupakan sumber segala sumber, hukum yang patut kita jadikan pedoman dalam hidup ini agar tidak tersesat.


Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.


Bagi kita semua yang terpenting dalam memperingati nuzulul Qur’an adalah, bagaimana kita semua dalam menempuh hidup ini, apakah sudah sesuai dengan aturan Al Qur’an atau belum. Tapi dalam hidup ini kita harus manut terhadap Al Qur’an jangan malah sebaliknya Al Qur’an yang harus mengikuti kita.


Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.


Al Qur ’an harus kita kaji dengan sebaik – baiknya, j angan hanya sekedar hiasan, jangan hanya sekedar dibaca, tapi bagaimana kita bisa memahami maksud yang terkandung di dalamnya, agar dalam hidup ini kita mengarah kepada Al Qur’an, sehingga jalan yang kita lalui tidak menyimpang terhadap norma agama dan norma masyarakat.


Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.


Demikian sambutan pidato kami dengan harapan agar kaum muslimin dan muslimat bisa mengerti tentang turunnya Al-Qur ’ an. Mudah-mudahan membawa manfaat, billahi taufiq wal hidayat.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.




( CONTOH 3 )

Contoh Teks Pidato Nuzulul Quran Terbaru

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hadirin yang terhormat, marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dimanapun kita berada, baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keramaian, baik dalam keadaan senang maupun sedih. Serta senantiasa lah kita panjatkan puji syukur kehadirat-Nya yang sudah memberikan nikmat rizki serta kesehatan dan umur kita sampai saat ini sehingga kita dapat berkumpul bersama untuk memperingati acara yang semoga dimuliakan oleh Allah SWT.

Hadirin yang berbahagia

Pidato yang akan saya sampaikan kali ini adalah tentang memperingati Nuzulul Qur’an. Bulan suci Ramadhan selain bulan yang penuh rahmat dan pengampunan juga sangat dikenal sebagai bulan mulia karena di bulan Ramadhan diturunkan kita suci Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk bagi kaum muslimin. Sebagaimana yang telah Allah firmankan pada surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya :

“Bulan Ramadhan itu adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (pedoman) Al-Qur’an sebagai petunjuk dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah : 185)

Ayat tersebut mengingatkan kita untuk banyak bersyukur kepada Allah, karena dengan datangnya kita suci Al-Qur’an ini kita bisa selamat baik di dunia maupun di akhirat.

Hadirin yang saya hormati.

Kita tidak boleh buta huruf, apalagi tidak bisa membaca ayat Al-Qur’an, maka dari itu saya himbau kepada para orang tua untuk mengajarkan pada anak-anaknya tentang membaca dan menulis huruf hijaiyah dan belajar tentang agama Islam agar kelak kita mereka tidak buta huruf dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Hadirin yang saya hormati.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini marilah kita berusaha supaya menjadi orang yang gemar membaca Al-Qur’an dan menjaga lidah serta memberi makan kepada orang yang kelaparan apabila kita ingin dirindukan oleh surga.

Hadirin yang saya hormati.

Demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan pada acara peringatan Nuzulul Qur’an ini, semoga kita termasuk orang-orang yang dirindukan oleh surga dan semoga apa yang sudah saya sampaikan di atas bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.





( CONTOH 4 )

Pidato tentang Peringatan Nuzulul Qur'an


Assalamu’alaikum warahmatullohi wabarakaatuh.

Hadirin yang di mulyakan Alloh.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT.Atas karunia-rahmat dan hidayahNya,hingga kita sekalian dapat berkumpul kembali pada saat pengajiarin ini yang dalam keadaan sehat wal afiat.Mudah-mudahan atas kehadiran kita alam ini meraih ridho dari-Nya.Amiin yarobbal alamiin.

Tak lupa sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw.dimana beliaulah yang telah membimbinh umat manusia dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang dengan membawa misinya agama islam.Semoga kita ini tertolong umatnya yang setia.

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Adalah Al-Qur’an yang merupakan mukjizat Nabi Muhammad Saw.yang terbasar dan di samping dia sebagai mukjizat juga merupakan bacaan umat manusia sekali gus pentunjuk dan pedoman hidup dunia dan akhirat.Barang siapa yang hidup di dunia au membaca dan mengamalkannya,maka baginya akan meraih petunjuk dan meraih pahala dari Alloh dekaligus meraih ketenangan.Oleh karenanya marilah kita selalu membiasakan diri membaca serta mau berupaya mengamalkan apa yang terdapa dalam Al-Qur’an itu hingga kita nantinya akan meraih berbagai macam kebahagiaan an ketenangan dalam hidup ,baik di dunia lebih-lebih di akhitar nanti.

Saudara ku sekalian yang berbahagia.

Dan bahkan dalam sebuah hadist nabi Saw.juga telah bersabda yang artinya:Al-Qur’an itu adalah merupakan penolongyang dapat memberikan pertolongan dan pembela yang dibenarkan.Dan barang siapa yang mengikiti Al-Qur’an,maka Al-Qur’an itu menunjukkan ke surga.Dan barang siapa yang meninggalkan Al-Qur’an maka Al-Qur’an itu menjerumuskan ke dalam neraka.

Saudaku sekalian yang berbahagia.

Demikain pula nabi Saw.dilain hadist juga bersabda:yaitu yang artinya :Banyak-banyaklah kamu membaca Al-Qur’an di dalam rumah-rumah kamu semua.Maka sessungguhnya rumah yang tidak pernah di tempati membaca Al-Qur’an hanya sedikit kebaikannya dan banyak kejahatannya,dan penghuninya merasa aempit dalam hidupnya.

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Demikian pidato sambutan dari kami,kami kira cukup sampai di sini. Mudah-mudahan bisa kita fahami.Akhiru kalam.Wassalamu’alaikum

warahmatullohi wabarakaatuh)



(CONTOH 5)

Pidato Nuzulul Qur'an Bahasa Jawa






Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel