-->

Apakah Sistem Kebut Semalam Efektif ? Baca Ini ...

Apakah Sistem Kebut Semalam Efektif ? - Dikatakan bahwa tujuan kami untuk sekolah adalah mencari pengetahuan. tapi sepertinya, mungkin kita pergi ke sekolah untuk mencapai nilai sempurna saja. Alasannya begitu bisa dicintai oleh orang tua, masuk sekolah favorit, dan pada akhirnya. kami mendapatkan pasangan atau pekerjaan yang membuat Anda kaya lebih cepat.

Tapi seperti biasa, kami ingin memikirkan caranya. dapatkan untung paling banyak, dengan sedikit usaha. Dari situlah lahir sebuah ide cemerlang yang disebut. "Sistem Kebut Semalam" (Sistem Balap Satu Malam). Tapi, benarkah SKS seefektif yang dikatakan orang?.

Apakah Sistem Kebut Semalam Efektif


Pada dasarnya, SKS adalah metode. itu sesuatu seperti teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Di mana porsi pekerjaan untuk periode tertentu diadakan di dalamnya. waktu sesingkat mungkin. Namun bedanya, SKS baru digelar dalam satu malam. Sama seperti Bandung Bondowoso saat membangun Candi Prambanan. Biasanya, orang yang ahli melakukan SKS adalah orang. yang diklasifikasikan sebagai penunda.

Untuk mengetahui apakah Anda suka menunda-nunda atau tidak, coba lihat dua grafik ini. Jika Anda lebih terbiasa dengan grafik ini, maka. selamat, kamu termasuk dalam kategori penunda. Karena penunda juga ahli dalam menghindari hal-hal, mereka sering beralasan. bahwa SKS membuat kita memiliki kemampuan manusia super.

Logika ilmiah, situasi terperangkap akan memicu pelepasan hormon adrenalin,. yang dapat menggandakan kapasitas kita di luar hari biasa. Di satu sisi, cara berpikir seperti ini, bukanlah cara yang salah. karena membanjirnya adrenalin memang bisa membuat otak terasa segar untuk berpikir cepat.

Tetapi di sisi lain, efek ini tidak akan bertahan lama,. dan biasanya meninggalkan banyak stres dan kelelahan. Sesungguhnya, tidak ada yang abadi di dunia ini. Selain itu, SKS memiliki efek samping yang tak terelakkan, yaitu begadang. Mereka yang mengikuti tes pagi berikutnya, begadang lebih seperti menambah waktu belajar.

Padahal, begadang hanya mengandalkan ingatan jangka pendek yang bersifat sementara. Belum lagi, begadang membuat otak lelah. kemudian di pagi berikutnya kita tidak bisa khawatir, tentu murung dan mengantuk sekali. Lebih mengerikan, begadang semalaman meningkatkan risiko buruk bagi tubuh kita. Jadi Anda tidak boleh begadang jika tidak ada artinya.

Tetapi jika itu memiliki dampak buruk yang begitu banyak, mengapa masih banyak. orang yang menunda-nunda?. Dalam dunia psikologi, sifat suka menunda-nunda sangat akrab dengan istilah diskon temporal. Artinya, semakin jauh dari tenggat waktu, tugas akan dianggap kurang penting. Akibatnya, esai misalnya, tidak penting jika belum mendekati tenggat waktu. Kepribadian menunda-nunda juga terkait dengan impulsif dalam DNA kita.

Setelah di alam liar, kehidupan masih sepenuhnya sederhana. Jika lapar, kita hanya berburu. Masalahnya pada saat itu hanya dipikirkan saat itu juga. Tetapi semakin kompleks kehidupan manusia, semakin banyak kebutuhan yang suka atau tidak. harus direncanakan jauh sebelumnya. Namun dalam praktiknya, impulsif prasejarah kita masih ingin terulang kembali. Bagaimanapun, akan selalu ada alasan jika itu tidak mengancam nyawa atau. ahem, prestise kita.

Dan itu masalahnya. Selama ini sekolah menilai kecerdikan siswa hampir hanya berdasarkan nilainya. Sederhananya, pandangan adalah hasil jangka pendek, bukan jangka panjang. Akhirnya, cukup masuk akal jika kita menjadi gampang menyerah sesaat,. tanpa memikirkan apa akibatnya di masa depan.

Apalagi dengan banyak penyimpangan online yang hadiahnya hampir seketika seperti sekarang. Sedangkan pepatah mengatakan,. jika Anda ingin maju, Anda harus bekerja keras dulu,. maka bersenang-senanglah nanti. Dan seperti biasa, terima kasih.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!. Untuk merayakannya, Kok Bisa berkolaborasi di sepanjang kanal pendidikan. Hujan Tanda Tanya, Ayo Mikir, Kamu Harus Tahu, dan Sains Bro. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel